Berhenti Sejenak

Dua tahun lebih saya tidak menulis di blog. Waktu yang lama bagi seseorang yang gemar menuangkan ide dalam bentuk tulisan maupun rangkaian monolog dan dialog dalam pikiran. Sebenarnya, saya beberapa kali membuat tulisan dan meletakkanya di folder draft. Namun, belum selesai tulisan-tulisan itu dibuat, saya sudah menghapusnya karena beberapa alasan, yang salah satunya adalah konsep tulisan itu saya anggap tidak layak untuk diterbitkan di blog ini. Beberapa tulisan yang saya anggap tidak cocok, saya jadikan celotehan atau rangkaian cerita pendek di akun Facebook dan Line saya.

Kemudian, datanglah inspirasi yang menurut saya tepat untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Mulailah saya menulis lagi untuk saya terbitkan di blog ini. Tulisan ini bercerita tentang istirahat dalam kaitannya dengan rutinitas dan keseharian. Continue reading

Advertisements

Kamu Adalah Pengarang Buku Kehidupanmu

Tulisan ini saya buat khusus untuk mengiringi pelepasan status saya sebagai mahasiswa S1 di salah satu institut di Indonesia. Beberapa minggu belakangan saya memang sering melakukan nostalgia pribadi terhadap diri saya sendiri. Saya mencoba me-rekaulang kejadian yang berkesan selama kuliah, mencoba mengintrospeksi kelebihan dan kekurangan saya, ketepatan cita-cita dan realisasinya, serta hal-hal lainnya. Sambil menulis tulisan ini paragraf per paragraf, biasanya saya melakukan itu semua di malam menjelang subuh karena di waktu tersebut saya bisa lebih berpikir jernih dan logis serta bebas mengungkapkan keluh kesah.

Selama kurang lebih empat tahun kuliah, banyak sekali kenangan indah yang terukir. Mulai dari teman-teman seangkatan yang luar biasa, teman-teman mbolang yang gila, hingga pengetahuan, wawasan, dan ilmu yang bermanfaat. Tentu saja, kenangan buruk juga menimpa saya. Ada dua kenangan buruk yang akan selalu saya ingat. Kenangan di semester pertama dan penyesalan bahwa saya tidak belajar dengan sungguh-sungguh selama kuliah. Dua kenangan itu adalah kenangan pilihan yang tidak akan saya lupakan. Selebihnya, banyak yang sudah saya lupakan, yang berarti memang tak terlalu berharga untuk dikenang. Life must go on, right? It is not good to keep bad things in our life. Just forget and let them go, and soon happiness will come. That is my choice 🙂 Continue reading

Manajemen Pikiran dan Perasaan

Beberapa bulan yang lalu saya baca kembali tulisan saya yang berjudul Manajemen Hati dan Pikiran. Saya teringat akan hal yang membuat saya menulis tulisan itu tiga setengah tahun yang lalu. Saya juga teringat bahwa tulisan itu belum selesai sepenuhnya dan saya pernah berjanji kepada beberapa pembaca untuk menuliskan lanjutannya.

Beberapa bulan lalu, seorang pembaca mengingatkan saya akan janji itu. Mulailah saya kembali belajar dan membuka berkas-berkas lama mengenai hal-hal abstrak yang saya sukai itu. Beberapa hal harus saya lakukan, seperti memahami ulang arti pikiran dan perasaan, membaca literatur, mencari contoh penggunaan pikiran dan perasaan di kehidupan nyata akhir-akhir ini, utamanya pada proses pemecahan masalah, serta berdiskusi dengan orang lain. Continue reading

A Conversation with Mind

It is been a while since I had my ‘me time’. What is ‘me time’? I call it ‘me time’ because I spend all of my time with ‘them’. Who are ‘they’? Well, if you know the theory about multiple personality, you may know about ‘them’. They are the personalities lie in one person. Among ‘them’, I know best about one personality. I often talked to ‘him’. ‘He’ is the wisest mind I’ve ever known.

The last time I talked to ‘him’ was four to six months ago. I just talked to ‘him’ about an hour but ‘he’ gave me so many things. Then, earlier, I talked to ‘him’ in a full week. It was my longest streak with ‘him’. I didn’t go anywhere at that time. I didn’t go to college. I just sat, played, and talked each other in ‘his palace’. You may think that it is ridiculous, but I don’t care. I really did it. And, I know I am not the only one. I know people who do the same thing. Continue reading