Bersyukur dan Bersabar, Dua Sifat yang Mulai Hilang di Kalangan Remaja

Jumat, 16 Desember 2011, saya menelepon seseorang yang jauh di sana. Berbincang, bercerita, bertukar pendapat, dan saling memotivasi satu sama lain. Hingga suatu ketika dia bercerita kisah hidupnya(lagi). Inilah yang membuatku sempat menitikkan air mata syukur, bahagia, dan kemauan kuat untuk berubah menjadi lebih sabar dan bersyukur. Di sini, melalui blog sederhana ini, saya ingin berbagi. Sebuah tulisan yang kuharap membuat pembaca lebih bersyukur dan bersabar menghadapi cobaan hidup.
Apa itu bersyukur? Apa pula yang dimaksud dengan bersabar? Mari kita kuak bersama-sama.

Bersyukur adalah kemauan dalam hati untuk menerima apa yang ada dan mampu mengimplementasikan kemauan itu dalam perilaku sehari-hari, serta berbuat yang lebih baik lagi demi kebaikan dirinya. Sebagai contoh, Samson mengendarai sepeda motor dan melaju kencang. Ia mengalami kecelakaan. Ia menjadi korban tabrak lari. Ia mengalami patah tulang rahang. Ia bersyukur ia masih bisa hidup dan bagian tubuhnya yang lain masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, ketika sembuh, ia mengendarai sepeda motornya lagi dan melaju kencang lagi. Nah, dalam kasus ini, ia bersyukur karena ia masih selamat tetapi syukurnya itu hanya di mulut saja. Ia tidak mau mengubah sikap brutalnya dalam mengendarai sepeda motor. Di sini, wujud dari rasa syukurnya tidak terlihat. Bersyukur bukan hanya sebuah ucapan “Alhamdulillah” tetapi memiliki makna lebih jauh dari itu.

Nah, sekarang beranjak ke sifat kedua, yaitu bersabar. Bersabar adalah konsistensi dalam menjalankan apa yang seseorang impikan/inginkan. Mungkin pengertian tersebut aneh bagi Anda. Mari kita bahas. Studi kasus: Contoh pertama, Seseorang berjalan tanpa tujuan kemudian di tengah jalan ada orang lain melemparinya dengan batu. Namun orang tersebut tidak menghiraukan. Apakah orang tersebut dikatakan bersabar? Contoh kedua, Seseorang menyerahkan seluruh hidupnya untuk mengubah kondisi masyarakat yang rusak menjadi masyarakat yang baik. Di tengah perjuangannya, beliau mendapat banyak teror, siksaan, dan hinaan. Awalnya beliau tidak membalas, malah beliau memberi senyum kepada orang-orang yang jahat itu. Apakah orang ini dikatakan bersabar?

Bersabar adalah ketika seseorang mampu meredam emosi yang merugikan demi tercapainya tujuan atau impiannya. Dalam contoh kedua, beliau tidak menunjukkan emosinya karena beliau tahu jika beliau membalas, hal itu akan membuat tujuannya sulit terwujud. Contoh lain, Anda ingin kuliah tetapi keluarga Anda tidak setuju. Namun, Anda tetap keukeuh terhadap keinginan Anda dan berusaha agar Anda bisa kuliah. Akhirnya Anda kuliah tetapi keluarga tetap menentang. Anda berusaha untuk menutup telinga Anda terhadap segala cemoohan yang dilontarkan keluarga Anda karena Anda tahu, dengan kuliah Anda bisa menjadi orang yang lebih baik. Dalam kategori ini, Anda bisa disebut sebagai orang yang bersabar.

Mengapa seseorang harus bersyukur dan bersabar? Karena setiap orang beruntung, unik, dan istimewa. Tiap orang memiliki nasibnya sendiri-sendiri. Bisa jadi, ketika satu orang mengalami nasib buruk, orang lain mengalami nasib baik. Beryukur dan bersabarlah atas apa yang Anda dapatkan hingga saat ini karena mungkin orang lain tidak seberuntung Anda. Masih ada orang-orang yang mengalami hal-hal buruk selama hidupnya dibandingkan Anda.

Jika Anda adalah anak kuliahan dan uang saku Anda setiap bulan di atas Rp400.000, Anda harus bersyukur karena di sana masih ada anak kuliahan yang uang sakunya hanya Rp150.000 (bahkan uang saku sebanyak ini tidak cukup bagi anak SMA, apalagi anak kuliahan). Jika Anda kedua orang tua Anda masih hidup dan masih bersama Anda, bersyukurlah karena di lain sisi ada anak yang tak pernah mendapat kasih sayang orang tua secara utuh. Jika Anda masih bisa kuliah dengan tenang karena kedua orang tua Anda mendukung, bersyukurlah Anda karena di tempat lain masih ada anak yang kuliah tetapi tiap hari dicela karena orang tuanya tidak setuju. Wujudkan rasa syukur Anda dengan belajar sungguh-sungguh. Saya mengutip status Facebook teman saya yang kuliah di jurusan kedokteran, “Jangan Anda bahayakan nyawa pasien Anda hanya karena Anda malas belajar”. Kata-kata yang indah sekaligus ungkapan rasa syukur atas apa yang ia dapatkan.

Jika nanti di tengah perjalanan, Anda mengalami musibah, bersabarlah. Ingat akan tujuan dan mimpi Anda. Jangan terpuruk karena musibah itu. Sesungguhnya musibah adalah sebuah teguran dan ujian bagi semangat dan konsistensi seseorang dalam mencapai apa yang diinginkan.

Kedua sifat di atas saya rasa mulai hilang dari remaja masa kini. Mereka termanjakan oleh kemajuan jaman dan terpengaruh hedonisme. Masa muda bukan hanya masa bersenang-senang. Masa muda adalah masa di mana seseorang menata masa tuanya. Jika Anda merasa saat ini adalah masa-masa sulit Anda, percayalah bahwa sesaat lagi masa-masa indah akan menghampiri Anda. Tak ada hal indah yang didapatkan dengan mudah. Lebih baik Anda menyesal sekarang daripada harus menyesal ketika Anda sudah tidak dapat kembali ke masa lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s