Hakekat Mencintai Orang Tua

“Nak, tolong ambilkan segelas air untuk ibumu yang sedang sakit ini.” Ucap seorang wanita paruh baya
“Baik, Bu. (sejenak kemudian). Ini, Bu. Minumlah agar cepat sembuh.” balas si anak.

Ah, alangkah indahnya secuil kalimat di atas. Memang hanya sebuah kalimat sederhana tetapi memiliki makna dan pelajaran yang mendalam untuk kita semua.

Rasa cinta kepada orang tua kita bisa ditunjukkan dengan menuruti apapun kata mereka. Melakukan apa saja yang mereka inginkan. Melaksanakan setiap titah yang mereka amanatkan. Wait a minute! Mutlak benarkah pernyataan di atas? Let’s have an example below!

“Nak, tolong petikkan buah mangga yang kelihatannya manis itu.” minta seorang wanita paruh baya.
“Mangga yang mana, Bu?” sahut si anak.
“Mangga di pohon tetangga itu” kata sang Ibu.
“Itu bukan mangga kita Ibu. Kalau aku memetiknya, sama saja dengan mencuri, Bu.” Jawab si anak.
“Aku ini Ibumu nak! Laksanakan perintahku! Apakah kau ingin menjadi anak durhaka?!” balas sang Ibu.

Bagaimana Anda menanggapinya? Think for a while.
Mencintai orang tua kita bukan berarti kita harus menuruti apapun kata beliau. Bukan juga berarti melakukan apa saja yang beliau inginkan. Bukan pula melaksanakan setiap titah yang mereka amanatkan. Mencintai orang tua kita berarti melaksanakan apa yang benar dan itu untuk kebaikan orang tua kita. Terkadang suatu argumen yang bertentangan dengan pendapat orang tua kita bukanlah suatu indikasi kedurhakaan seorang anak tetapi itu bisa jadi sebuah ungkapan cinta anak kepada orang tua.

Orang tua kita juga manusia. Bisa benar, bisa salah. Relatif. Tak semua yang beliau katakan benar dan tak semua yang beliau katakan salah. Memosisikan orang tua layaknya manusia lain yang tidak memiliki hubungan darah dengan kita mungkin seperti sebuah perbuatan yang tabu. Heninglah sejenak. Terkadang hasutan perasaan membuat kita tidak bisa berpikir logis. Kembali ke awal paragraf ini, orang tua kita juga manusia seperti kita. Bisa benar, bisa salah. Mencintai orang tua bukan berarti menuruti semua keinginan beliau. Namun, melaksanakan apa yang benar dan itu untuk kebaikan orang tua kita. Jika memang memang benar, maka laksanakan dengan semangat yang beliau berikan. Jika salah, maka tegurlah dengan sopan, sesopan hembusan angin sepoi-sepoi di savana luas. Tegurlah dengan perkataan yang lembut selembut kasih sayang beliau selama ini. Tegurlah dengan gestur (gerak tubuh) yang elok layaknya belaian tangan seorang ibu yang membelai kepala anaknya. Keindahan sifat dan sikap di atas mungkin dapat menggambarkan bagaimana hakekat sebenarnya cinta anak kepada orang tuanya.

Tak harus memiliki banyak uang untuk menunjukkan kasih sayang anak kepada orang tuanya. Tak harus menjadi apa yang beliau inginkan (karena terkadang apa yang beliau inginkan adalah obsesi beliau yang tidak terlaksana dan memaksa anaknya untuk melanjutkan obsesi beliau, iow: unlogic to push their obsession to their son/daughter). Kadangkala, beliau hanya ingin melihat senyum anaknya. Kadangkala, beliau hanya ingin melihat anaknya tetap tegar meskipun berbagai cobaan menghadang.

Orang tua kita sudah cukup bahagia apabila anaknya mencium tangannya ketika akan berangkat ke sekolah/kantor. Beliau tidak meminta yang berlebihan. Hanya sebuah ucapan “Ibu, Ayah, aku berangkat mencari ilmu. Doakan aku, Ibu, Ayah”. Sudah sepatutnya sebagai seorang anak, kita bersyukur dan berusaha lebih baik lagi demi orang tua kita. Entah berapa besar pengorbanan beliau untuk anaknya. Sudah sepatutnya kita sebagai seorang anak membalas jasa-jasa beliau. Sudah sepatutnya kita sebagai seorang anak mencintai beliau dengan sepenuh hati dan menjadi orang yang mampu membahagiakan beliau di dunia maupun di akhirat.

Advertisements

5 responses to “Hakekat Mencintai Orang Tua

  1. nice post…!!!

  2. keren Boi…….
    Good article and so inspire…

  3. Mas ndro, sepanjang ini murni bikinanmu sendiri? Berapa lama kelar? Wiiiii

    • apanya yang bikinan sendiri? kalau tulisan iya emang tapi kalau desain itu tinggal pakai gadget yang disediain sama wordpress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s