Prinsip

Hmm.. sudah lama saya tidak menulis sesuatu di blog ini. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya tulis tetapi rasa malas selalu saja menghampiri dan saya tak berdaya terhadapnya. Hehehe. Nah, dikesempatan kali ini saya ingin menulis sesuatu tentang prinsip. Saya bukan seorang filsuf yang dapat secara gamblang menerangkan apa itu prinsip. Di sini saya hanya akan membagi apa yang saya pahami tentang prinsip. Mungkin nantinya terkesan subyektif, tapi itu tidak masalah bagi saya. Kan ini blog saya, jadi saya bebas melakukan apa saja terhadap blog saya 😀

Mengapa saya membahas prinsip? Hal ini dilatarbelakangi oleh permintaan teman saya. Entah kenapa, saya sering diajak diskusi mengenai filsafat dan teorema abstrak padahal saya mahasiswa Teknik Informatika. But, well, when someone asks about anything and you could solve it, you must help him/her, right?

Teman saya bercerita bahwa di organisasi yang dia ikuti sekarang banyak sekali hal-hal yang menurutnya jauh dari harapan, menyimpang dari peraturan yang berlaku, dan juga organisatornya tidak bertanggung jawab. Kemudian dia berpikir seperti ini: “Sebenarnya mereka ikut organisasi karena apa sih? Apa alasan mereka? Apa tujuan mereka?”. Ya, pertanyaan teman saya itu, saya jawab melalui tulisan ini.

Apa itu prinsip? Dari sumber yang saya dapat, prinsip adalah asas atau dasar. Apakah hanya sebatas itu saja? Menurut saya tidak. Prinsip adalah hal (abstrak) yang digunakan oleh seseorang sebagai batu pijakan dalam bertindak. Prinsip ini seakan memiliki kekuatan tersendiri di dalam diri seseorang hingga dapat mengontrol semua perilaku seseorang. Sampai sini, Anda pahamkan apa itu prinsip? Good. Lantas, benar-benar sekuat itukah prinsip itu?

Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang memiliki nama besar dan pengaruh kuat terhadap orang lain selalu memiliki prinsip yang dahsyat. Mulai dari Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin, Adolf Hitler, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela hingga Bung Karno. Memang orang-orang tersebut sekarang sudah tiada tetapi prinsip mereka masih tertanam kuat di banyak kalangan, terlepas prinsip itu baik atau buruk, benar atau salah, banyak orang masih meyakini prinsip mereka.

Prinsip tidak terbentuk begitu saja, tetapi melalui sebuah proses. Proses tersebut dimulai sejak Anda mulai bisa menggunakan otak Anda untuk berpikir hingga saat ini. Perbedaan pengalaman dan kisah setiap orang turut serta membangun prinsip seseorang. Contohnya, orang yang terbiasa hidup mewah dan jarang mengenal lingkungan luar acap kali memiliki prinsip bahwa dirinya harus selalu dalam kondisi nyaman seperti itu dengan cara apapun. Orang yang kurang mampu dan sering diiming-iming oleh harta, juga acap memiliki prinsip seperti itu. Hal itu tidak mereka dapatkan secara spontan melainkan melalui proses panjang hingga mereka mendapatkan asas atau dasar hukum bagi mereka sendiri untuk berperilaku.

Namun, ada kalanya seseorang memiliki prinsip secara spontan. Bisakah? Contohnya, seseorang melihat berita tentang korupsi, lalu dia bertekad bahwa dia tidak boleh seperti itu. Apakah itu disebut prinsip? Bukan, hal itu bukan prinsip tapi hanyalah sebuah percikan api yang akan tumbuh menjadi bola api bernama prinsip. Hal itu akan menjadi prinsip apabila benar-benar diterapkan. Inilah alasan kenapa saya katakana bahwa prinsip itu bukan sesuatu yang muncul secara spontan. Prinsip itu akan benar-benar dikatakan sebagai prinsip apabila dipegang teguh oleh seseorang. Bukan suatu hal yang muncul akibat emosi sesaat atau percikan pikiran sesaat.

So, apa hubungannya dengan pertanyaan teman saya? Menurut saya, organisator tersebut tidak memiliki prinsip atau secara lebih halus belum memiliki prinsip. Hal ini terbukti dari sikap dan perilaku mereka terhadap organisasi, diri sendiri, dan organisator lainnya. Ketika suatu prinsip itu dibawa ke organisasi, maka pastilah organisator tersebut mau berkorban demi organisasi. Contoh pengorbanannya seperti datang rapat tepat waktu, tidak mencampuradukkan masalah pribadi dengan organisasi, tulus dan ikhlas dalam mengelola organisasi dan tidak otoriter tanpa sebab yang jelas. Ketika memutuskan untuk ikut berorganisasi, maka sebelum itu seseorang harus memiliki alasan kuat untuk bergabung. Tentu saja alasan yang dikemukakan harus rasional dan benar-benar bermanfaat bagi dirinya dan organisasi, syukur-syukur kalau bisa bermanfaat bagi keluarga dan orang lain.

Menjelaskan dan memahami teorema abstrak memang sulit. Namun, ada hal mudah untuk memahami dan menangkap makna yang tersirat dari teorema itu. Yakni dengan mengamati dan mempraktekkan teorema tersebut. Contoh mengamati adalah seperti yang dilakukan teman saya. Dia mengamati organisator lain dan akhirnya mendapat permasalahan. Hanya dia belum bisa menemukan akar masalahnya. Contoh mempraktekkan adalah ketika Anda menerapkan prinsip-prinsip Anda di kehidupan sehari-hari dan Anda bercermin terhadap perilaku Anda. Di situlah Anda akan paham apa prinsip itu dan bagaimana prinsip itu bekerja.

Well, itu saja yang bisa saya bagikan kepada Anda tentang prinsip. Sebenarnya, ada satu latar belakang lagi mengapa saya menulis ini. Sumbernya tetap sama dari teman saya. Dia bertanya pada saya: “Mas Bos, serumit itukah jadi pemimpin? Tidak bisakah setiap orang jadi pemimpin bagi orang lain? Apa sih syarat untuk jadi pemimpin?” Saya tertawa mendengar pertanyaan itu. Aneh. Saya belum pernah jadi pemimpin tetapi ditanyai tentang kepemimpinan. Namun, saya tahu bahwa teman saya percaya kepada saya. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin menjawab pertanyaan teman saya mengenai kepemimpinan dan apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin.

Advertisements

2 responses to “Prinsip

  1. Kereeen mas ndro, menurutku sih yaa prinsip itu merupakan sebuah suggest yg kuat banget, makanya sampe bisa ngontrol apa yg harus dan enggak boleh kita lakuin
    oh iya, saran yaa pergantian paragraf atay topik mending kasih jeda aja dehh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s