Hikmah Menjadi Seorang Kakak

Suatu ketika di hari Jumat, saya merasa lelah setelah menjalani perkuliahan di semester IV. Jam menunjukkan pukul 5 sore. Saya yang merasa lelah memutuskan untuk pulang ke kos. Sesampai di kos, entah kenapa, saya merasa ingin pulang ke rumah di Mojokerto. Jadinya, setelah sholat Maghrib, saya pulang mengendarai Jupiter MX warna silver yang setia menemani sejak SMA. Rasa lelah bercampur penat akibat macetnya jalanan Surabaya-Mojokerto. Namun, itu bukan suatu masalah bagi saya karena sejak awal saya kuliah di Surabaya, saya sudah terbiasa dengan macetnya Surabaya.

Tak terasa, saya akhirnya sampai di rumah. Saya menyalami kedua tangan orang tua saya lalu naik untuk menemui adik saya tercinta di kamarnya. Baru saja saya meletakkan tas dan melepas jaket saya, adik saya memanggil. Nah, mulai dari sinilah, rasa bangga dan berhasil itu muncul. Rasa yang tak bisa saya lupakan, bahkan saya harap tak akan pernah hilang dari ingatan dan hati ini.
Adik saya membuka buku tulisnya di halaman tertentu dan memberikannya kepada saya. Berikut percakapan yang kami alami. Saya ubah menjadi bahasa Indonesia agar mudah dipahami. Dalam keseharian, saya dan adik lebih sering menggunakan bahasa Jawa.
“Mas, tolong dicek. Ini sudah bener apa gak?” kata adik saya.
Saya membaca tulisan yang ada di halaman itu. Saya baca dengan seksama. Beberapa saat kemudian saya berkata kepada adik saya.
“Hah? Apa ini?” tanya saya.
“Tugas Mas. Dari Guru.” jawab adik saya.
Seketika itu saya terdiam. Saya terdiam cukup lama sambil memandangi wajah adik saya. Saya terdiam karena bangga. Saya terdiam karena saya tidak mampu menemukan kata-kata yang dapat mewakili rasa bangga saya. Mata saya berkaca-kaca dan hampir meneteskan air mata bangga.
Beberapa saat kemudian adik saya berkata “Bener kan, Mas?”. Saya masih tidak dapat menjawab saat itu juga. Saya masih terdiam sambil memalingkan muka agar tidak ketahuan kalau mata saya sedang berkaca-kaca.
Sesaat kemudian barulah saya menjawab “Iya bener kok, Wi :)”.

Saudara-saudara, tahukah Anda apa yang ada di halaman itu? Hmm.. inilah tulisan yang ada di halaman itu:

Nama: Indra Saputra
TTL: Surabaya, 16 April 1993
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Perumnas Jetis
Hobi: Mendengarkan musik
Artis idola: Dewa 19 dan Bondan & Fade 2 Black
Makanan kesukaan: Ayam panggang
Status: Mahasiswa

Mengapa suatu biodata saya bisa menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi saya? Jawabannya berhubungan dengan tugas yang diberikan oleh gurunya. Sang guru menugaskan kepada adik saya dan teman-temannya untuk menuliskan biodata orang yang mereka idolakan :). Terbayang bukan bagaimana bangganya diidolakan oleh adik sendiri? Mungkin bagi sebagian orang hal itu adalah hal yang biasa. Namun, bagi saya itu adalah rasa bangga yang amat teramat besar. Rasa bangga ketika saya menjadi juara kelas, rasa bangga ketika saya menjuarai perlombaan, rasa bangga ketika saya mendapatkan nilai NEM tertinggi, rasa bangga ketika saya diterima di Teknik Informatika ITS, rasa bangga ketika saya mendapatkan IPS dan IPK Cumlaude, dan berbagai macam rasa bangga yang pernah saya dapat, itu semua tidak lebih besar daripada rasa bangga menjadi idola dan panutan bagi orang yang kita cintai :). Inilah kebanggan terbesar yang saya dapatkan hingga saat ini.

Setelah selesai mengusap tetesan air mata di muka saya, saya bertanya kepada adik saya.
Emang kenapa kok aku ditulis di tugasmu, Wi? Artis lain kan banyak.” tanya saya.
“Ya gak apa-apa. Emang mas kok yang saya idolakan.” jawab adik saya.
Lha, temen-temen mu nulis mas-nya juga?” tanya saya.
Enggak. Banyak yang nulis artis-artis.” jawab adik saya.
🙂 🙂 🙂 Entahlah… Tidak ada kata lagi yang dapat mengungkapkan rasa bangga saya setelah mendengar jawaban itu. Malam itu menjadi malam terindah yang pernah saya lalui. Jauh lebih indah daripada malam pertama saya kencan dengan pacar saya (dulu). Jauh lebih indah daripada malam pertama saya diangkat menjadi C1B. Jauh lebih indah daripada malam pertama saya memegang amanah besar. Ya, itulah malam terindah yang pernah saya miliki.

Malam itu saya habiskan dengan hati yang gembira. Rasa lelah dan penat sejak sore hilang seketika. Semua tergantikan dengan rasa yang entah bagaimana saya harus mengungkapkannya melalui tulisan. Malam itu saya habiskan di kamar adik saya untuk menemaninya belajar dan menemaninya tidur. Malam itu, malam yang tak pernah saya sangka akan hadir di hidup saya. Malam itu, malam yang tak pernah saya kira akan datang untuk membangkitkan semangat saya yang sudah mulai redup dengan kepenatan perkuliahan dan hal-hal lain.

Saudara sekalian, terlahir menjadi seorang kakak, bukanlah suatu kerugian. Resapilah apa yang saya alami. Saya merasa menjadi kakak yang berhasil. Tak perlu menjadi artis untuk diidolakan. Tak perlu menjadi orang lain untuk diakui. Jadilah diri Anda sendiri. Saya sering memarahi adik saya. Saya sering tidak sabar ketika mengajari adik saya. Saya sering menggoda adik saya. Saya bahkan pernah memarahi adik saya sampai dia menangis dan marah berhari-hari kepada saya. Namun, di balik semua itu, apa yang adik saya terima bukanlah persepsi negatif selama apa yang saya berikan diniatkan secara positif. Saya bukan orang yang sempurna. Saya juga bukan orang yang ahli di segala bidang. Saya hanya tahu sebagian kecil dari apa yang ada di dunia ini. Namun, hal-hal kecil itu sudah cukup bagi adik-adik kita untuk menjadikan kita sebagai idola. Menjadikan kita sebagai panutan.

Menjadi kakak memang memiliki tanggung jawab lebih. Namun, hal itu tidak boleh dijadikan beban. Just do the best for what you have to do to someone you love. Seburuk-buruk diri Anda dalam menjadi seorang kakak, pastilah ada minimal satu sisi dari diri Anda yang dapat dibanggakan oleh orang lain, terutama adik Anda.

Sekian cerita saya. Semoga sedikit pengalaman hidup saya dapat memberikan manfaat bagi Anda. Terakhir, Dewi Astuti. Itulah nama adik saya 🙂

Advertisements

5 responses to “Hikmah Menjadi Seorang Kakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s