Do You Still Believe in Friend(s)?

Beberapa kejadian akhir-akhir ini membuat saya teringat tentang suatu kisah yang pernah saya tahu di masa lalu. Nah, selagi ada kesempatan dan masih ingat, saya coba menuliskan apa yang saya ingat. Inti dari cerita yang akan saya tuliskan adalah kisah nyata. Tapi, saya memodifikasi isinya. Oiya, tulisan kali ini menggunakan pendekatan cerita dan nama-nama yang ada di dalamnya hanyalah nama samaran :D.

Cyan adalah anak yang rajin dan cukup cerdas. Prestasi di sekolahnya selalu bagus. Tidak jarang, teman-teman Cyan meminta bantuan kepada Cyan apabila kesulitan dalam pelajaran. Cyan dengan senang hati membantu teman-temannya.

Lain Cyan, lain pula Bisque. Bisque adalah anak penyendiri. Dia jarang berkumpul bersama teman-teman yang lain. Entah kenapa, Bisque sepertinya menjauh dari yang lain. Cyan dan teman-teman yang lain sudah pernah berusaha mengajak Bisque bergaul tapi Bisque kebanyakan mengelak.

Cyan memiliki seoarang teman dekat, sebut saja Goldenrod. Dia sudah cukup lama berteman dengan Goldenrod. Jika ada kesulitan, keduanya saling membantu. Hingga kini keduanya beranjak dewasa dan mulai mengenal ketertarikan kepada lawan jenis. Goldenrod menyukai salah satu temannya, sebut saja Lime. Dalam waktu tiga bulan, Goldenrod berhasil mendapatkan Lime. Dan, bisa ditebak. Perlahan Cyan dan Goldenrod menjauh. Awalnya, Goldenrod jarang berkumpul bersama Cyan dan yang lain. Kemudian, perlahan tapi pasti Goldenrod mulai hilang dari kehidupan Cyan.

Singkat cerita, masa-masa Ujian Akhir Nasional (UAN) pun tiba. Yah, seperti tahun-tahun sebelumnya, siswa yang mengikuti ujian kali ini pasti sudah menyiapkan berbagai macam cara demi mendapatkan predikat lulus dan mendapatkan ijazah. Tak terkecuali Cyan dan teman-temannya. Cyan mendapatkan tanggung jawab besar dari teman-temannya. Yaitu, sebagai salah satu sumber jawaban dalam UAN kali ini. Dengan rasa peduli kepada teman-temannya, Cyan bersedia walaupun harus melanggar aturan UAN. Selama pelaksanaan UAN, setiap kali Cyan selesai mengerjakan soal, dia membagikan jawabannya kepada teman-temannya.

UAN di negara Cyan berada merupakan suatu momok. Betapa tidak, kegiatan belajar mengajar yang ditempuh selama beberapa tahun hanya ditentukan oleh beberapa hari. UAN menjadi penentu seorang siswa lulus atau tidak. UAN memegang peranan penting terhadap kelangsungan cita-cita dan masa depan siswa. Ya, bisa dibilang bahwa UAN adalah kunci menuju masa depan bagi siswa.

Kini, UAN telah berlalu beberapa hari. Masih ada beberapa teman Cyan yang mengucapkan terima kasih kepada Cyan karena telah membantunya dalam pelaksanaan UAN. Cyan merasa senang karena sudah mampu membantu teman-temannya. Tak ada rasa penyesalan sedikitpun di diri Cyan karena telah melanggar aturan UAN demi menolong teman-temannya.

Di hari itu juga, teman-teman Cyan berencana pergi ke salah satu obyek wisata di daerah mereka. Cyan yang tahu akan hal itu ingin ikut bersama teman-temannya untuk melepas penat setelah UAN. Cyan menunggu di salah satu sudut sekolah tempat teman-temannya berjanji untuk berkumpul sebelum berangkat. Dia menunggu selama dua jam, tetapi tidak ada satupun teman Cyan yang muncul. Setelah dua setengah jam dia menunggu, Bisque datang menghampiri Cyan.
B: “What are you doing here?
C: “I am waiting for the guys. They said that they will be here before going to the waterfall.
B: “How long are you waiting?
C: “Approximately, two hours and a half.
B: “Are you kidding me? As I know, the guys you waiting for have gone two hours ago!
Ya ya ya, Cyan ternyata ditinggal oleh teman-temannya. Memang, sejak awal teman-temannya tidak mengajak Cyan. Memang sejak awal Cyan hanya mendengar saja tanpa menerima ajakan. Jadi, ya bukan salah mereka jika mereka meninggalkan Cyan yang menunggu di sana.

Beberapa hari telah berlalu dan keadaan kembali seperti sedia kala. Saat ini, Cyan sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya. Pertandingan berjalan seru dan kadang tersisip tawa canda. Cyan mendapatkan bola dan berusaha menendang bola ke arah gawang. Entah karena terlalu bersemangat atau memang ayunan kakinya yang kuat, tendangan Cyan masuk ke dalam gawang dengan mulus tanpa bisa dijangkau penjaga gawang. Namun, akibat dari tendangan tersebut, celana Cyan robek cukup lebar. Teman-teman Cyan tertawa. Cyan juga ikut tertawa. Mereka riang gembira di lapangan tersebut.

Keesokan harinya, setiap kali Cyan lewat, teman-temannya tersenyum, bahkan ada yang tertawa. Awalnya Cyan menghiraukan mereka. Namun, karena hampir semua dari mereka berkelakuan seperti itu, Cyan penasaran. Usut punya usut, ternyata kejadian robeknya celana Cyan di lapangan kemarin menyebar. Bahkan, fotonya juga beredar. Cyan yang tidak tahu bahwa kemarin ada yang mengambil fotonya ketika celananya robek merasa malu, tetapi dia berusaha menahannya. Bisque mengetahui kejadian ini, tetapi dia memilih diam.

Pengumuman UAN sudah muncul. Cyan dan teman-temannya dinyatakan lulus semuanya. Babak baru kehidupan mereka pun dimulai. Cyan dan beberapa temannya memilih melanjutkan sekolah. Yang lain ada yang bekerja, ada pula yang masih menganggur. Di sekolah barunya, Cyan mendapat teman baru. Ada juga teman lamanya, seperti Goldenrod dan Bisque.

Hubungan Goldenrod dan Lime yang sudah berjalan lebih dari satu tahun kandas di tengah jalan. Entah apapun alasannya, yang jelas kini mereka berdua tidak seperti dulu lagi. Goldenrod yang merasa kesepian mencoba menghubungi Cyan. Cyan tak keberatan dengan sikap Goldenrod, hanya saja Bisque berkata lain.
After what he did to you, now you still accept him as your friend again? Where was he when you need him in this past year? I know you feel lonely, but he never face you. And now, when he needs you, he faces you. Are you just a toy? Are you just a transit station? And he calls you a friend?
Kira-kira itulah kata-kata yang diucapkan Bisque ke Cyan.

Kembali ke kehidupan Cyan di sekolah baru. Cyan masih tetap berprestasi seperti seharusnya. Nilai bagus, ilmu tak kalah. Dia juga masih sering membantu teman-temannya yang kesulitan dalam pelajaran di sekolah. Kehidupan pertemanan? Yah, seperti yang kalian prediksi berdasarkan judul artikel ini.

Di suatu kesempatan di tengah semester, Cyan telah selesai mengerjakan ujian. Ujian ini memerlukan komputer agar dapat dikerjakan dan butuh waktu dua hari. Hari tersebut adalah hari pertama ujian. Salah satu teman Cyan tidak kebagian komputer karena jumlah komputer di sekolah Cyan tidak sebanding dengan jumlah siswa yang mengikuti ujian. Kebetulan Cyan membawa laptop miliknya. Dia meminjamkan laptopnya kepada temannya yang membutuhkan agar dia juga bisa mengikuti ujian. Keesokan harinya, teman-teman Cyan banyak yang membawa laptop agar dapat mengikuti ujian tanpa hambatan. Hari itu juga, Cyan terlambat datang ujian. Dia tidak kebagian komputer dan juga lupa membawa laptop. Dia berusaha meminjam laptop kepada teman-temannya yang sudah selesai mengerjakan ujian tetapi tidak ada yang mau meminjamkan laptopnya. Alhasil, Cyan tidak dapat mengikuti ujian karena komputer yang ada sudah ada yang memesan. Untungnya, Cyan berhasil melobi penguji agar dia dapat mengikuti ujian susulan.

Bisque tahu mengenai hal ini. Entah apa yang ada di pikirannya, dia seakan peduli terhadap Cyan. Dia menghampiri Cyan keesokan harinya.
I hear about last exam incident. I know what you felt yesterday. May I ask you something?” kata Bisque.
Sure
After all of the incidents, do you still believe in friend(s)?
Cyan tidak bisa menjawab. Dia hanya tertegun. Dia paham benar maksud pertanyaan Bisque karena mungkin itulah yang menjadi ganjalan di pikiran dan hatinya.
If you don’t answer me, it’s ok. I know exactly what you feel. Actually, I have the same problem as yours. When I was a child, I felt it comfortable to have so many friends. I played, shares, and laughed with them. But, it wouldn’t be forever. One by one, my friends left me. When I needed them, they never stand there for me. Even though I was always there when they needed me, they didn’t do the same. I felt so lonely. Then one day my mind came up with a statement. ‘Do you still believe in friend(s)?’ I couldn’t answer that question. In one side, I had some friends. But, in another side, are they really a friend? Friend is someone who will help you no matter what are you. They aren’t an opportunist. When you help them, they also help you. When you face them, they also face you. When you are sad, they smile for you. When you are happy, they are happy too. When you lend something, they also lend you something. When you need anybody to listen to your story, they will happily listen to your story. When you need any advice, they will give you any wise advice. Friend is someone who thinks you aren’t a person in black that only appears when they need you and leave you when you aren’t needed anymore. Friendship is a holy relationship. Anyone who doesn’t do what I said earlier has no right to call him/herself as a friend. Knowing this, I still can’t answer my mind’s basic question.
Now, Cyan, I ask you the same thing after all of your incidents. Do you still believe in friend(s)?

Pertanyaan itu menancap kuat di pikiran Cyan dan Bisque. Ya, setelah kejadian yang dialami Cyan, cepat atau lambat pasti ada pikiran-pikiran semacam itu. Mungkin Cyan memiliki jawabannya, mungkin juga tidak. Tetapi, satu hal yang pasti. Sebuah pertanyaan skeptis seperti itu cukup mampu untuk mengubah jalan pikir seseorang.

Ketika saya mengetahui cerita ini, saya juga bertanya pada diri saya sendiri. “Do I still belive in friend(s)?”. Saya belajar cukup banyak dari cerita ini. Bagi saya, cerita ini mengajarkan kepada saya tentang arti pertemanan. Ditambah lagi hobi saya membaca manga One Piece dan Naruto, saya belajar banyak tentang pertemanan.

Nah sekarang giliran saya bertanya kepada Anda:
Do you still believe in friend(s)?
Are you a friend to someone else?
😀

Advertisements

3 responses to “Do You Still Believe in Friend(s)?

  1. Percoyo ah ndraa….

  2. Opo ae mbo.... mbo .....

    Opo ae mbo… mbo ….

  3. Pingback: A Conversation with Mind | Good Alakazam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s