Tak Akan Tertukar Rezekimu

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan teman lama saya. Berikut percakapan singkat kami. Saya (S), teman saya (N).
N: “Eh bro, gimana kabarnya?”
S: “Alhamdulillah, baik-baik aja. Kamu sendiri gimana?”
N: “Ya kayak gini-gini aja bro. Gimana kuliahnya? Masih serius?”
S: “Masih bro. Eh, tiga setengah apa empat bro?”
N: “Gak tau bro. Kayaknya sih empat. Mau langsung kerja apa lanjut?”
S: “Pengennya sih lanjut mumpung otak masih kuat tapi ya mikir-mikir dulu deh. Kamu?”
N: “Langsung kerja kayaknya. Udah gak sabar pengen cari uang sendiri.”
S: “Halah, paling-paling udah gak sabar pengen nikah. Hahaha”
N: “Hahaha. Tau aja bro.”
S: “Yaelah. Buru-buru amat. Santailah. Kamu calon aja belum punya apalagi mikirin nikah. Hahaha”
Dan kami pun tertawa bersama dan bercengkerama untuk sesaat kemudian. Oiya, yang dimaksud dengan tiga setengah atau empat itu rencana berapa lama (dalam tahun) kami bakal lulus dari almamater.

Di kesempatan lain, saya dan teman saya yang lain berbincang-bincang yang isi perbincangannya hampir sama. Saya (S), teman saya (K).
K: “Bro, mau lanjut apa langsung kerja?”
S: “Pengennya sih lanjut bro tapi masih belum sreg. Kamu?”
K: “Aku langsung kerja deh kayaknya. Keburu tua ntar gak laku-laku aku bro.”
S: “Yaelah. Buru-buru amat. Santailah. Si dia gak bakal kemana-mana.”
K: “Ya iyalah gak bakal kemana-mana. Lha sekarang aja belum dapet. Hahaha.”

Di lain kesempatan, teman saya (Z) mengirim sms kepada saya.
Z: “Bro, enaknya langsung kerja apa lanjut kuliah S2 ya?”
S: “Kalau aku sih milih lanjut dulu bro.”
Z: “Tapi si dia pengennya cepet nih. Katanya 2 tahun habis lulus langsung minta dilamar.”
S: “Ya bilang aja kamu masih pengen lanjut.”
Z: “Udah sih. Dia kayaknya ngerti tapi ntar kalau misal aku lanjut, terus ada cowo lain yang deketin terus mereka keburu nikah, gimana bro?”
S: “Ya berarti dia gak komitmen sama kamu bro. Kalau emang udah sreg ya jalin komitmen aja. Kamu lanjut S2 juga buat dia nantinya.”
Z: “Jadi bingung nih. Aku udah sreg sih tapi takut ntar kalau lanjut, dia malah direbut orang.”
S: “Yaelah. Santailah. Kalau emang jodoh gak bakal kemana kok. Ntar pasti ketemu di pelaminan bro. Tapi, status kamu bukan manten, tapi mantan. Hahaha”
Z: “Kampr*t kau bro. Serius nih.”
S: “Aku juga serius kali. Kalau udah jodoh, pasti ntar ada jalannya sendiri lah bro.”

Setelah tiga kejadian di atas, terutama kejadian terakhir, saya jadi ingat beberapa berkas yang berisi cerita-cerita yang menurut saya sangat bagus maknanya. Berkas-berkas itu saya dapatkan dari komputer teman saya yang bernama Irzak. Cukup banyak berkas-berkas yang saya salin. Salah satunya yang akan saya terbitkan bersama dengan tulisan ini. Berikut isi berkas tersebut. Siapapun yang menulis cerita ini, saya sangat berterima kasih (ijin share gan). Oiya, judul berkas tersebut “Tak Akan Tertukar Rezekimu…..”

—————
8 Januari 1995
Ry, seperti biasa sore ini aku memandang ke luar jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku. Kamu tahu kan Ry, kalau aku suka sama “gadis pujaanku” sejak 2 tahun yang lalu.
Ia membawa pesona yang lain dari yang lain. Wajahnya yang baby-face, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat, bibirnya yang mungil dan rambutnya yang panjang ditambah kulitnya yang mulus, maka lengkaplah sudah ia menjadi “gadis pujaanku”, Ry!

9 Januari 1995
Hari ini perasaanku kacau, Ry. Setelah melihat “gadis pujaanku” bergandengan tangan dengan cowok lain. Kamu bisa membayangkan dong, bagaimana perasaanku, Ry? Aku tidak rela melihat mereka berdua. “Si gadis pujaanku” digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku? Aku bukan siapa-siapanya, Ry. Gimana, dong???

10 Januari 1995
Ry, setelah kejadian kemarin aku jadi nggak punya semangat hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti. Pokoknya hari ini hari beteeee banget!

19 Februari 1995
Maaf ya Ry, udah sebulan nggak ketemu. Biasa lagi males, nich! Tapi kamu tetep jadi sohib terbaikku kok! Tau nggak Ry, ternyata “si gadis pujaanku” udah pegat ama cowoknya. Aku tau tahu itu waktu kemarin di Mall CINERE, mereka lagi marahan. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih
ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang, masih ada kesempatan lah!

20 Februari 1995
Ry, hari ini ada berita yang menggemparkan seluruh isi dunia, lho. (nggak juga sich!). Itu tuh, ” si gadis pujaanku” potong rambut, brondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut, lho. Wah, coba kalau kamu punya mata Ry, kamu bakalan jadi sainganku dech! Percaya nggak ??

25 April 1995
Nggak kerasa ya Ry, waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga lagi pengen EBTANAS, nich! Kira-kira “si gadis pujaanku” masuk SMU mana ya? Masuk ke SMU-ku, nggak? Udah ah, jangan mikirin dia mulu kapan belajarnya, donk! N’tar nilainya jelek, dech. Nggak mauuuu…

13 Juli 1995
Eh Ry, sekarang aku udah kelas I SMU, nich! Udah gede yah, walau kadang-kadang aku masih merasa seperti anak kecil. Tapi hari ini aku lagi seneng banget soalnya nilai raportku lumayan bagus, rangking 3, boo!! Siiplah, koleksi Tamiya-ku nambah satu, dech. (hadiah dari bokap). Eh Ry,
“si gadis pujaanku” ternyata masuk SMU favorit lho, SMU 999. Wow, nggak sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata “gadis pujaanku” pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).

14 Juli 1995
Hari ini ada pemandangan aneh lho, Ry. “si gadis pujaanku” lagi MOS, deh! Tau kan MOS? Itu lho, Masa Orientasi Siswa. Soalnya rambutnya yang bagus itu diiket sembilan, terus bawa-bawa kardus Indomie pula dipunggungnya (kaya pemulung aja, ya!). Tapi “si gadis pujaanku” itu tetep aja cuaantik! Pokoknya didandanin seperti apapun, si gadis tetep aja cantik bagiku! (bener, lho!!).

19 Juli 1995
Hari ini aku dibikin malu sekelas, Ry. Dasar si doer Slamet, dia koar-koar ke seluruh isi kelas kalo aku lagi suka sama seorang gadis. Aku yang terkenal dingin ama cewek ini, jadi ketauan deh belangnya. Memang salahku juga sih, curhat di belakang buku matek’s (habis lagi bete sih!). Terus dibaca deh, ama si doer Slamet. Tapi yang membuatku lebih malu lagi, itu ulahnya si Tejo cs. Mereka berteriak ” Woro-woro! Ada kabar gembira lho, Temen kita yang satu ini udah normal kembali, lho!”. Dasar gila!

21 Juli 1995
Surprise!! Hari ini “si gadis pujaanku” berangkat ke sekolah dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik bagiku dengan tubuhnya yang langsing dan kulit wajahnya yang putih itu, Ry. Nggak apa-apa dong, Ry!

22 November 1995
Dari hari ke hari aku nambah bingung lho, Ry! “Si gadis pujaanku” banyak berubah. What’s happened with my girl? Awalnya dia potong rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis), Ry! Coba bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!

14 Maret 1996
Hari ini aku nekat ngikutin dia, Ry. Kebetulan hari ini kan hari minggu, lagi libur sekolah. Tapi “si gadis pujaanku” seperti biasa dengan jubahnya yang dikenakannya itu, dia pergi entah kemana yang nantinya aku juga akan tau. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya? Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan judul “INDAHNYA ISLAM”, aku jadi tertarik dengan acara tersebut, Ry. Akhirnya aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan “Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai
semua aturan itu”. Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan olehku, Ry.

29 Oktober 1996
Ry, sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah sampai mengikuti berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar yang berjudul “Nidzon Istima’i fil Islam” (Sistem Pergaulan dalam Islam). Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah menjadi kewajibannya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar (memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga dapat kenalan baru, lho! Namanya Kak Faisal, orangnya baik dan banyak mengetahui tentang Islam. Kamu pasti akan suka dia deh, Ry!

8 Januari 1997
Ry, aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan “si gadis pujaanku”. “Kalau memang jodoh nggak akan kemana”, begitu kata kak Faisal. Dan aku jadi sadar bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku mulai belajar Islam dengan kak Faisal, Ry.

Empat tahun kemudian …

9 Februari 2001
Lama aku nggak punya catatan harian, Ry. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak kuliahan. Ry, kamu masih ingat kan dengan “si gadis pujaanku”? Sekarang aku sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya Safitri Azkiyah tertulis di atas kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku, Adhan Ramadhan, SE. Ya, kamu benar Ry! Dia akan menjadi istriku besok.
—————

Wooooowww…
Sungguh indah cerita di atas. Tak akan tertukar rezekimu. Berkas itu saya kirimkan ke teman saya (Z). Inginnya sih biar dia tidak galau lagi sama pilihannya. Toh, menurut saya, melanjutkan kuliah dan menjalin komitmen (dan saling percaya) bersama orang yang dicintai itu sesuatu yang aduhai luar biasa.

Teman-teman saya cukup banyak yang ingin langsung kerja setelah kuliah. Kemudian, ingin cepat nikah. Tidak salah memang. Menikah jika sudah mampu setahu saya juga sebuah perbuatan baik. Hanya saja, terkadang sulit bagi seseorang untuk tidak ikut-ikutan trend yang sedang berkembang di sekitarnya. Sulit juga bagi seseorang untuk tidak mengikuti teman-temannya. Sulit juga bagi seseorang untuk tetap teguh pada cita-citanya jika keadaan sekitar tidak mendukung. Sulit juga bagi seseorang untuk tetap teguh pada cita-cita apabila orang terkasih berkata sebaliknya. Sulit memang jika sudah memiliki obsesi lain yang lebih menggoda dibandingkan cita-cita. Nah, makanya butuh suatu doping atau motivasi agar seseorang tersebut tetap teguh pada cita-cita atau tujuannya.

“si gadis pujaanku” atau “si pria pujaanku” tidak akan kemana-mana kok. Tuhan tahu mana yang terbaik untuk makhluknya. Tapi, bukan berarti kita bisa bersantai-santai tanpa melakukan apapun. Selama kita mau berusaha dan bertawakkal, Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Advertisements

One response to “Tak Akan Tertukar Rezekimu

  1. Pingback: A Conversation with Mind | Good Alakazam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s