Monthly Archives: June 2014

NLC, PSDM, Tiga Koma Lima

NLC, PSDM, dan tiga koma lima adalah target saya ketika saya masih menjadi mahasiswa baru di kampus saya. Saya mengenal NLC untuk pertama kalinya ketika saya masih SMA. Saya pernah mengikuti kegiatan ini saat saya kelas IX SMA. PSDM saya kenal ketika saya menjadi mahasiswa baru di kampus. Tiga koma lima (3,5) saya kenal pertama kali juga ketika saya menjadi mahasiswa baru di kampus. Tiga hal itu cukup mewarnai angan saya ketika masih menjadi mahasiswa baru. Tiga hal itu menjadi sebuah target bagi saya selama menjalani kuliah di kampus saya. Melalui blog ini, saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai tiga target saya tadi.

National Logic Competition atau biasa disingkat NLC adalah sebuah lomba logika tingkat nasional yang diadakan oleh Schematics HMTC ITS setiap tahun. NLC merupakan lomba yang unik bagi saya karena materi yang dilombakan tidak diajarkan di TK, SD, SMP, maupun SMA (atau yang sederajat). Bayangkan saja, soal-soal NLC bukanlah soal fisika, matematika, kimia, atau pengetahuan sosial yang sewajarnya diajarkan di sekolah. Soal-soal NLC mengasah peserta untuk menggunakan logika. Mulai dari logika yang mudah sampai yang susah. Mulai dari logika yang terpikir jelas sampai yang mustahil. Nah, disitulah saya menemukan keunikan perlombaan ini. Continue reading

Advertisements

Rantai Kebaikan

“Banguuun… Banguuun… Banguuun… Sudah jam setengah enam. Sampai kapan mau tiduran? Cepat mandi terus sarapan. Jangan sampai telat sekolah”, teriak ibuku.

Mataku sayup-sayup terbuka. Sedetik kemudian tertutup lagi, sedetik kemudian sayup-sayup terbuka lagi. Angin dari kipas yang bertiup ke arahku malah mendorongku untuk tetap di kasur. Tak sampai lima menit, ibuku datang lagi. Kali ini dengan suara yang lebih lantang, diteriakkannya kalimat yang sama persis seperti yang kudengar tadi.

Tak ingin mendengar “ceramah pagi” dari ibuku, aku bergegas ke kamar mandi. Kubersihkan badan lusuhku kemudian kulahap nasi goreng yang sudah menanti di meja makan. Tak lama kemudian handphone-ku bergetar. Kubaca pesan masuk yang baru saja mendarat di HP-ku.

Bro, aku boleh nebeng ke sekolah gak? Continue reading