Cinta Tak Menunggu

Senja yang kulihat kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya. Matahari seakan mengucapkan selamat petang kepadaku yang sedang duduk di tepi pantai. Desir  ombak melantunkan nada indah untuk menyambut sang malam. Kulambaikan tanganku sebagai tanda perpisahanku dengan matahari. Kusimpulkan senyumku sebagai tanda terima-kasihku kepada matahari.

Ya, sudah sepatutnya aku berterimakasih kepada matahari. Sinarnya membuatku bergerak. Sinarnya memberi kehidupan bagi pepohonan. Sinarnya membuat sang hewan tak lagi tersungkur letih.

Beberapa suara langkah kaki mendekat dari arah belakangku. Awalnya kuhiraukan apapun yang mendekat ke arahku. Aku hanya ingin menikmati tenggelamnya sang surya. Hingga akhirnya satu suara langkah kaki berhenti tepat disampingku. Aku percaya, perpisahan yang tak diucapkan, suatu saat akan bertemu lagi untuk membayar semua itu. Seorang gadis cantik telah duduk disampingku. Hesita, begitu aku biasa menyapanya. Continue reading

Keputusan dan Keajaiban

Tulisan berikut adalah karya sahabat saya, seorang mahasiswa jurusan Kedokteran Umum di Universitas Diponegoro (Undip), sekaligus pimpinan tertinggi Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip. Tulisan ini diamanahkan kepada saya untuk diterbitkan di blog pribadi saya. Sebuah tulisan yang menurut saya cukup untuk membuat iman kita kepada Tuhan semakin bertambah.

—–

Beberapa minggu lalu (Maret 2014), saya mendapat sebuah pengalaman menarik yg InsyaAllah bisa teman-teman ambil hikmahnya.
Berawal dari undangan oleh rekan-rekan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip untuk mengikuti Rapat Kerja (Raker) Awal tahun. Yang membuat menarik adalah acara ini tidak diadakan di dalam gedung atau tempat yang dekat dengan kampus kami. Nglimut , Kendal, Jawa Tengah, inilah tempat diadakannya acara tersebut. Di sebuah area bumi perkemahan, jadi pastinya jauh dan masuk meninggalkan daerah kota menuju kawasan hutan. 
Continue reading

Ini Bukan Tentang Duniamu, Ini Tentang Duniaku

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Semarang. Di sana saya berkunjung ke sahabat yang cukup lama tidak saya jumpai. Singkat cerita, tak sampai 24 jam saya di sana sudah cukup bagi saya untuk melepas rindu bersama sahabat saya.

Semarang, kota yang biasa saya lewati ketika pulang kota waktu musim mudik, menjadi tempat terindah kala itu untuk bercengkerama. Di kota itu juga, saya mendapatkan pengalaman menarik. Saya, yang notabene baru pertama berkunjung ke Semarang, tiba-tiba saja disapa akrab dan dikenal oleh teman sahabat saya. Usut punya usut, dia mengenal saya karena sistem yang saya kembangkan untuk keperluan Senat Fakultas di universitas sahabat saya. Cukup bangga, juga cukup tersipu. Hehehe.

Malam itu saya dan sahabat menghabiskan waktu berkeliling kota Semarang. Beberapa tempat terkenal kami datangi dan kami abadikan momen kami di sana. Ada satu hal menarik ketika kami mencoba meminta tolong orang lain (Rahmat) untuk memfoto kami berdua. Continue reading

NLC, PSDM, Tiga Koma Lima

NLC, PSDM, dan tiga koma lima adalah target saya ketika saya masih menjadi mahasiswa baru di kampus saya. Saya mengenal NLC untuk pertama kalinya ketika saya masih SMA. Saya pernah mengikuti kegiatan ini saat saya kelas IX SMA. PSDM saya kenal ketika saya menjadi mahasiswa baru di kampus. Tiga koma lima (3,5) saya kenal pertama kali juga ketika saya menjadi mahasiswa baru di kampus. Tiga hal itu cukup mewarnai angan saya ketika masih menjadi mahasiswa baru. Tiga hal itu menjadi sebuah target bagi saya selama menjalani kuliah di kampus saya. Melalui blog ini, saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai tiga target saya tadi.

National Logic Competition atau biasa disingkat NLC adalah sebuah lomba logika tingkat nasional yang diadakan oleh Schematics HMTC ITS setiap tahun. NLC merupakan lomba yang unik bagi saya karena materi yang dilombakan tidak diajarkan di TK, SD, SMP, maupun SMA (atau yang sederajat). Bayangkan saja, soal-soal NLC bukanlah soal fisika, matematika, kimia, atau pengetahuan sosial yang sewajarnya diajarkan di sekolah. Soal-soal NLC mengasah peserta untuk menggunakan logika. Mulai dari logika yang mudah sampai yang susah. Mulai dari logika yang terpikir jelas sampai yang mustahil. Nah, disitulah saya menemukan keunikan perlombaan ini. Continue reading